Senin, 12 Oktober 2009

Mengenal Dunia

Hidup penuh kepalsuan, tiada yang benar-benar berarti bagi hidup kita. Hidup selalu hampa, selalu diisi kekosongan. Saya XX, menceritakan sedikit perjalanan hidup saya. Saya lahir tepat pada tanggal 28 Agustus 1994, mempunyai tubuh yang sempurna, serta memiliki orang tua yang baik. Hidup saya cukup baik, walalupun kadang terjadi krisis dalam keluarga sewaktu saya kecil, tetapi keadaan semakin membaik 10 tahun ke depan. Perjalanan hidup saya dimulai ketika saya sudah mengenal apa itu dunia, seberapa kotor nya dunia, dan seberapa luasnya dunia. Ini berawal dari ketika saya kelas 5. Saya bersekolah di SD yang cukup dikenal, dan terakreditasi A. Inilah saat saya mengenal apa itu dunia. Perlahan-lahan rasa ingin tahu selalu bertanya-tanya. Kenapa begini, kenapa begitu, apa itu cinta, apa itu mati dan lain-lain. Perlahan semua menjadi terang, dan saya mulai memahami hidup ini. Saya masih ingat, ketika kelas 1-4 SD sewaktu keluarga saya masih mengalami krisis, saya yang masih tidak tahu apa-apa memaksa ayah saya untuk membelikan mainan, saya tidak tahu bagaimana sulit nya orang tua saya, sampai sekarang saya sungguh sedih, sewaktu mengingat itu .Kelas 5 SD saya mengalami berbagai rasa keingintahuan, yang membuat saya tertimpa nasib buruk. Sebagai contoh, saya ingin tahu kenapa anjing suka mengongong sewaktu seseorang lari. Sehingga saya mengerjai anjing tetangga saya yang terkenal galak di satu komplek. Saya lari di tempat tepat di depannya. Anjing tersebut menjadi panas dan mengejar saya. Hasilnya, tentu saja kaki saya berakhir dengan tempelan-tempelan obat merah. Kelas 6 SD, sewaktu saya mengenal apa itu cinta. Saya jatuh cinta pada seseorang wanita, dan tanpa pikir panjang saya menayatakan cinta saya, dan tentu saja ditolak. Setahun kemudian, saya naik ke jenjang SMP di sebuah sekolah yang paling terkenal di kota saya. Saat itu saya mulai mengenal apa itu kata-kata kotor. Saya mencoba nya karena diajari teman saya. Ternyata seru yah, akhirnya saya mulai melatunkan kata-kata kotor itu, hasil nya saya ditampar ibu saya. Serta dipanggil dan dihukum di kantor karena ketahuan mengatakan kata kotor. Pada jenjang SMP 1 atau dapat kita sebut sebagai kelas 7, saya menyatakan cinta tanpa pikir panjang, dan hasilnya diterima. Karena menyatakan nya tanpa pikir panjang, saya memutuskan nya juga tanpa pikir panjang, karena ada cewek lain yang cantik. Saya merasa bosan pada cewek yang cantik ini, saya putuskan dan kembali pada yang sebelumnya. Kemudian saya putuskan lagi dan kemudian nyambung lagi sampai 3 kali. Setelah saya dimarahi oleh gadis tersebut, saya belajar, bahwa wanita itu sensitive perasaan nya. Naik kelas, kelas 8, saya menyatakan cinta tanpa pikir panjang kepada seorang gadis, dan alhasil, saya berhasil. Berpacaran selama 1 tahun lebih, banyak sekali yang kupelajari. Dimulai dari perasaan wanita, bagaimana membahagiakan seorang wanita. Kelas 9 kami putus Karena sering berkelahi. Saat itu juga, saya belajar, memahami wanita dan berjanji tidak akan bermain dengan perasaan wanita. Kelas 9 mungkin dapat dibilang sebagai tahun yang paling sial bagiku. Cinta ditolak, diajak kenalan ditolak, hal ini terjadi seiring waktu berjalan. Saya sadar, inilah karma saya, setelah saya memainkan berpuluh-puluh perasaan wanita. Tahun berikutnya, saya masuk SMA, sekolah yang sama dengan SMP. Tahun ini belum kujalani sepenuhnya, karena masih tersisa 4 bulan. Selama di SMA, saya sudah belajar banyak dari pengalaman saya sewaktu SMP, meskipun sekarang saya masih langanan ditolak, tapi saya percaya bahwa saya sudah matang dari pelajaran yang saya terima selama 6 tahun, saya sadar 6 tahun tersebut adalah waktu dimana saya belajar, waktu dimana saya mencoba, waktu dimana saya diberi kesempatan untuk mempelajari hal yang tidak boleh di ulangi. Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi melantunkan lagu-lagu yang lirik nya cukup kotor, serta tidak lagi menyakiti dan bermain dengan perasaan seorang wanita, itulah, sedikit tentang perjalanan hidup saya yang masih tidak tahu apa-apa sampai dengan sudah tahu bagaimana dunia itu. Ingatlah, waktu terus berjalan. Jika kita tidak belajar dari apa yang diberikan waktu, maka hidup akan susah, belajarlah dari pengalaman tersebut, karena pengalaman tersebut membantu membuat kita semakin matang dan semakin mengenal bagaimana cara bertahan hidup di dunia ini. Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar